Indonesia pada saat ini masih mengalami kekurangan pasokan sapi potong karena pertambahan populasi sapi potong tidak seimbang dengan kebutuhan konsumsi daging nasional. Di lain pihak, kebutuhan masyarakat terhadap daging sapi cenderung semakin meningkat. Kebijakan impor sapi bakalan ataupun daging terpaksa dilakukan karena tanpa impor daging atau sapi bakalan dimungkinkan terjadi pengurasan sapi lokal yang berakibat buruk bagi ketahanan pangan nasional dan peternakan sapi rakyat.

Salah satu upaya peningkatan produksi daging sapi potong dalam negeri yaitu dengan upaya penggemukan sapi potong. Dengan usaha ini diharapkan menghasilkan pertambahan bobot badan yang tinggi dan efisien, sehingga dapat diperoleh karkas dan daging dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik.

Pengembangan sapi potong untuk mendukung program kecukupan daging pada tahun 2010 diperlukan dukungan inovasi untuk meningkatkan produktivitas ternak. Tidak teraturnya program perkawinan, kurangnya perhatian pada pemberian metode pakan, pemotongan yang tidak sesuai aturan, dan mutasi ternak dari suatu wilayah ke wilayah lain yang tidak terkontrol merupakan beberapa penyebab rendahnya populasi sapi potong.

Dalam bisnis sapi potong, banyak persoalan yang dihadapi peternak rakyat maupun pengusaha penggemukan (feedloter). Di antaranya, rendahnya tingkat pertambahan bobot badan sapi yang diusahakan. Padahal, aktivitas penting dalam usaha sapi potong itu adalah penggemukan. Di samping faktor genetis, ternyata kegiatan itu tidak dapat dilepaskan dari jaminan ketersediaan pakan baik kualitas maupun kuantitasnya. Pakan memegang peranan 60 persen -70 persen dalam meningkatkan produktivitas.

Sapi potong yang berasal dari peternakan rakyat rata – rata belum mencapai bobot maksimal. Untuk mencapai bobot potong ideal diperlukan perbaikan teknologi pemeliharaan. Satu diantaranya dengan menggunakan pakan tambahan yang berisi enzim atau mikroorganisme hidup yang membantu dalam mengefisienkan proses pencernaan sehingga pertambahan bobot sapi berlangsung cepat, yaitu antara 1 – 1,5 kg/hari. Upaya penggemukan seperti ini dapat meningkatkan mutu dan produksi daging dalam negeri sehingga akan mengurangi impor daging sapi. Setiap tahun Indonesia mendatangkan sapi impor sebanyak 450.000 ekor pertahun dan jumlahnya meningkat pertahunnya.

PT Baqara Muda Perkasa adalah salah satu perusahaan swasta nasional di Indonesia yang bergerak di bidang agribisnis, hal utama yang melatar belakangi PT BMP mendirikan usaha penggemukan sapi potong (fattening) yaitu melihat kondisi pertumbuhan populasi sapi potong yang cenderung statis sedangkan kebutuhan akan daging sapi di dalam negeri meningkat setiap tahunnya, keadaan tersebut merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mulai mengembangkan usaha dalam bidang penggemukan sapi potong (fattening). Saat ini PT BMP sedang melakukan perencanaan untuk melakukan usaha dalam bidang penggemukan sapi potong (fattening).